Thursday, June 13, 2013

Singapore Trip - The First Step Towards a Dream!

Hallo guys!! Apa kabar? Bagaimana impian kalian? Sudah mulaikah kalian berjalan untuk menggapai impian kalian itu? Atau bahkan sudah ada yang jatuh bangun demi meraih impian itu? Tetap semangat kawan, percayalah impian kalian akan tercapai pada waktu yang tepat.

Postingan kali ini berhubungan dengan impian gue. Mungkin yang sering baca postingan-postingan di blog ini, gue sering banget cerita tentang trip-trip gue. Itu adalah salah satu cara gue buat mengabulkan impian gue. Apatuh? Simple sob, travel around the world.

Mungkin sebelum kalian baca postingan gue di sini, kalian harus baca postingan gue yang INI dulu deh, soalnya saling berkesinambungan. 

SINGAPORE trip (13, 14, 15, 16 Mei 2013) 
Singapura adalah negara luar pertama yang gue jelajahi. Sebelumnya gue cuma beli buku aja sih, panduan untuk jalan-jalan hemat di SG. Buku itu mampu menghipnotis gue, jadi gue pilih deh SG menjadi negara luar pertama yang gue kunjungi. Point pertama kenapa gue memilih SG adalah karena negara ini mempunyai sistem transportasi yang SANGAT memadai, aman untuk yang baru pertama kali ke luar negeri, dan dekat dari Indonesia. Gue pergi ke sana bareng si Gita. Gue dan Gita hanya membawa uang masing-masing SG$ 125.

Di hari pertama (13 mei 2013) gue sampai, gue udah terjangkit virus wow, karena heboh sama apa yang dilihat pertama kali. Norak gak sih? Haha menurut gue sih wajar. Ketika baru sampai di Changi Airport gue cuma mikir, mau jalan kemana ini gue. Masih kaget soalnya. Gue dan Gita kemudian duduk untuk berfikir tenang dan membuka selembar kertas yang isinya adalah ittinerary (rencana perjalanan) yang gue bikin selama kami di sana. Oke hari pertama tujuan gue adalah Sentosa Island. Sebuah pulau kecil yang disulap menjadi pulau yang atraktif dengan berbagai wahana. Kami pun bergegas berjalan ke Terminal 2 untuk keluar dan naik MRT. 

Di ittinerary gue tulis, bahwa kami harus membeli EZ-card (kartu untuk naik MRT, bus, belanja, dll di SG) terlebih dahulu dan langsung top-up (isi pulsa). Jadi fungsi kami membeli EZ-card adalah untuk transportasi kami selama 4 hari di SG. Jadi gak perlu beli tiket lagi kalo mau naik kendaraan umum. Untuk hal ini gue membayar SG$ 23. Yihaaa akhirnya bisa merasakan juga naik MRT. MRT ini sangat efektif banget buat mengurangi kemacetan. Gue yakin kalo ada MRT di Jakarta, kemacetan akan sangat banyak berkurang, tapi dengan satu catatan, kelola-lah dengan baik!! 
Pemandangan ke arah Sentosa Island

Dengan menempuh waktu 45 menit, sampailah kami di HarbourFront MRT. Kami sedikit beristirahat di belakang Vivo City (rata-rata stasiun MRT di SG terletak di mall) dan menikmati pemandangan Sentosa Island dari sebrang. Di situ gue tersenyum dan bersyukur, alhamdulillah dengan langkah pertama gue ini, jalan menuju impian gue terbuka lebar. Bangga dengan diri sendiri yang bisa pergi dengan uang hasil nabung hiks hiks :').

Nah! Setelah kami rasa cukup istirahatnya, kami pun menuju jembatan penyebrangan untuk menuju Sentosa Island. Dengan hanya membayar SG$ 1 kita bisa masuk ke dalam pulau dan menikmati keatraktifan pulau tersebut. Kalau mau naik wahana-wahananya ya harus bayar lagi sesuai harga wahananya hoho, tapi kami di sana gak main satupun wahana. Karena itu bukan tujuan gue. Tujuan gue di setiap trip adalah berbaur dengan orang lokal, belajar sedikit bahasa lokal, dan memahami budaya di tempat tersebut. Itu adalah misi gue yang utama dalam melakukan sebuah trip.
In Sentosa Island

Dan yak, bisa ditebak ngapain aja kami di Sentosa Island. Hanya berjalan mengelilingi pulau dengan tas masih kami bopong, berfoto-foto dan just enjoy it :). Cukup menyenangkan hari pertama, walaupun kecapean karena baru sampai dan langsung jalan-jalan dengan tas berada di pundak kami.

Hari semakin gelap, saatnya kami pulang. Lho kok pulang? Iya pulang ke penginapan hoho. Gue di sana mendapatkan host yang bersedia menampung kami untuk tinggal selama 3 hari di rumah salah satu teman baru gue. Jadi untuk penginapan, kami tidak perlu merogoh kocek :). Kok bisa? Iya gue ikut salah satu komunitas traveller di Couchsurfing. Langsung googling aja deh apa itu Couchsurfing ;). 
Ternyata gak susah mencari alamat rumah teman kami itu yang juga berasal dari Indonesia. Dondy namanya, mas Dondy merantau ke SG karena dia kerja di sana. Huaaah akhirnya bisa merebahkan badan...

Monday, June 3, 2013

Misteri Gereja Ayam di Magelang

Gereja Ayam dilihat dari atas
Suatu hari, gue liat twitter dan ada salah satu akun info jogja yang me-retweet salah satu followernya yang menanyakan lokasi suatu bangunan di Magelang yang menurut gue, bangunan itu sangat aneh. Gue penasaran dengan bangunan ini. Bangunan yang katanya adalah gereja yang belum selesai dibangun dan ditinggal pemiliknya.
  
Bangunan ini terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kec. Borobudur, Magelang. Terletak di 2,5 km dari Candi Borobudur. Wisatawan yang berkunjung ke sana banyak yang menyebut bangunan itu dengan Gereja Ayam atau Chicken Church. Tapi warga sekitar menyebut bangunan itu Banyak Angkrem. Ya, sesuai dengan yang orang bilang, Gereja Ayam, bangunan ini menyerupai bentuk Ayam (atau bahkan burung). 

Kepala Ayam siapa yang mau?
Gue, Zen, Arkun, Frino, Fitri, dan Mirza dengan penasarannya sepakat untuk ke sana dengan modal alamat yang belum kami tahu tempatnya (9 Mei 2013). Dari Candi Borobudur kami sudah bertanya-tanya mengenai tempat ini, dan memang kebanyakan warga sudah mengetahui bangunan ini. Kami pun mantap dengan jalan yang kami lalui. Bangunan sudah terlihat dari jalan yang kami lalui. Bangunan ini bisa dilihat dari bawah bukit karena bangunan ini terletak di puncak bukit. Tapi kami tidak bisa menemukan jalan untuk menuju ke bukit tersebut, beberapa kali kami nyasar dibuatnya. Memang jalan ke tempat ini memang agak menyulitkan. Pada saat kami bertanya ke ibu pemilik warung di desa sekitar, tiba-tiba ada seorang bapak yang menawari kami untuk mengantar ke tempat tersebut dengan upah Rp.10.000,-. Kami pun mengiyakannya. 

Ah akhirnya sampai juga. Dengan jalan yang agak rumit, tapi kami hanya tinggal mengikuti bapak-bapak yang mengantar kami. Gak lupa gue ingetin jalannya. Kalo gue gak inget, ntar nyasar dong -_-.
Kami memarkir kendaraan kami di rumah seorang bapak tua yang memang sering digunakan untuk menitip sepeda motor dengan biaya Rp.2000,- per motor. 

Friday, May 31, 2013

March Trip

Aaaaaaah it is so long I never update about my trip story. Because I'm too busy in my Uni. Tapi sekarang gue mau menyisakan waktu gue buat blog tercinta gue ini. Ada beberapa trip yang belum gue ceritain di sini. Kayaknya ngeganjel gimana gitu kalo abis jalan-jalan tapi gak gue share di sini. Karena tujuan gue ya pengen berbagi informasi aja mengenai tempat-tempat dan pengalaman gue selama nge-trip. Oke check this out!

Upacara Tawur Agung, Prambanan Temple (12 Maret 2013)
Ini adalah upacara agama Hindu pertama yang gue lihat langsung. Gue merasa beruntung, karena tinggal di negara yang beragam adat, istiadat, dan agama. Walaupun masih ada saja oknum yang mencoba memecah belah persatuan, tapi NKRI harus dipertahankan! Merdeka!!

Nama upacara ini adalah Upacara Tawur Agung. Upacara ini merupakan salah satu rangkaian acara Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setiap bulan ke-9 tahun Saka. Biasanya bulan ke-9 tahun Saka jatuh pada bulan Maret-April tahun Masehi. Melalui upacara ini, umat Hindu memohon kedamaian lahir dan batin dan keharmonisan hubungan antara manusia dan Tuhan.

Umat Hindu sedang berdoa
Gue berangkat ke Prambanan sekitar jam 11, karena pada hari itu hujan turun dan sempat menunda perjalanan kami. Gue, Zen, mas Rio, mba Karin, mas Bam, dan 1 teman mas Rio. Sekedar informasi, kita harus berpakaian rapi jika ingin masuk secara gratis ke dalam tempat upacara di samping komplek Candi Prambanan. Mas Rio dan 1 temannya sudah berpakaian selayaknya umat Hindu dan mereka lolos alias masuk gratis. Nah sedangkan gue, Zen, dan mas Bam terjebak karena gak bisa masuk, yaiyalah gaya berpakaian kami kaya mau pulang kampung bawa tas gede -_-. Alhasil kami harus embayar tiket masuk seharga Rp.30.000. Dan pada hari itu adalah tanggal tua, tadinya gue sama Zen udah gak niat masuk karena bawa duit pas-pasan. Eeeeeh ternyata mas Bam secara mengejutkan mau bayarin tiket masuk buat kita berdua hoho.